Patah Hati 2

 

patah hati

Patah Hati

 

tiba-tiba saja udara terasa begitu pengap sesakkan dada, nafas memburu naik turun tak beraturan, jantung seakan melemahkan detaknya, bumi yang aku duduki bergoncang dahsyat menghentak-hentak, bulan sabit separuh tanggal tertutup awan hitam mengintip dari balik kegelapan yang menyelimuti langit, teriakan memecahkan kesunyian malam, tangis memilukan terdengar di seantero kota ini, lampu-lampu yang tadinya terangi keindahan malam jalan-jalan kota kini pecah berkeping hingga buat bayang-bayang ketakutan yang mengejar , gedung-gedung tinggi menantang angkasa bersimpuh rata dengan tanah, akankah semua berakhir dengan begitu mudahnya, hancur binasa tak tersisa. minta pertolongan kepada siapa lagi, sedangkan mereka sibuk menyelamatkan dirinya sendiri, ada yang membawa keluarga, barang-barang berharga, ada yang pasrah berdo’a semoga diampuni dosa-dosanya.
belum selesai merasakan goncangan bumi yang seakan sudah enggan diinjak kaki-kaki penuh maksiat, badaipun tak mau ketinggalan momen penghancuran ini, dengan gagahnya menyapu segala yang menghalangi di depannya, lancarkan aksinya memutar-mutar arah, pohon yang tadinya tenang dengan dahan bergoyang sepoi kini beringas rontokkan daun-daun yang menggantung di rantingnya.
lari dan terus berlari terpontang-panting tanpa arah yang pasti, untuk berdiri saja susah sangat susah bagaimana harus berlari, tapi kalaupun bisa berlari, mau lari kemanapun tetap takkan bisa melepaskan diri dari kehancuran yang sudah menjadi takdir.

Oh Wahai,
apakah kehancuran seperti itu yang sedang dirasakan ketika sedang patah hati?

“Patah bercinta bagi wanita adalah kehancuran
patah bercinta bagi laki-laki adalah pengalaman”.
broken heart is smash for women, but an experience
for men.

atau lebih dari pada gambaran konyol seorang yang dirundung duka ini,
setidaknya seperti itu kiranya ketika hati ini sedang terluka, biarkanlah yang sudah terjadi,
lupakanlah semua, tapi itu hanya omongan orang-orang penghibur luka yang sudah enggan berbicara dengan perasan
bagaimana kehancuran ini secepat itu dapat dilupakan, tak semudah mendirikan bangunan atau gedung,
karena ini kehancuran yang benar kehancuran bagi wanita. bukan sekedar sesuatu yang berlalu dan hilang tinggalkan
cerita belaka.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s