Mahkota itu …

jilbab
mahkota
Aurat wanita yang tidak boleh terlihat di hadapan laki-laki lain (selain suami dan mahramnya) adalah seluruh anggota badannya kecuali wajah dan telapak tangan. Hukum menutupnya adalah wajib ketika seorang wanita sudah aqil baligh, dan itu merupakan mahkota keindahan yang dipersembahkan untuk suaminya.
Suami mana pun yang lebih menyukai istrinya tidak memakai jilbab dan membiarkan auratnya di depan umum, berarti dia tidak mengindahkan hukum dan perintah Allah SWT dan bukanlah suami yang berharga sejak semula. Dia adalah suami yang tidak memiliki perasaan untuk melindungi dan menjaga perintah Allah SWT, dan jangan pernah berharap tipe suami seperti ini akan menolongmu menjauhi laknat dari Alloh SWT, apalagi menapat ridlo-Nya. Sebuah rumah yang dipenuhi dengan ketidak-taatan kepada Allah SWT, akan selalu menghadapi kepedihan dan kemalangan di dunia kini dan bahkan di akhirat nanti.
Dan bukan suatu yang disakralkan jika memakainya akan dibilang sok muslimah, sok suci, sok beragama, sedangkan disana banyak wanita-wanita penjual diri yang memakai jilbab, itu hanya dalih yang dibuat oleh para orientalists yg memang tujuannya untuk menghancurkan Islam.
Kalaupun mereka mengaplikasikan logika tersebut, mereka akan meninggalkan seluruh kewajibannya pada akhirnya nanti! Mereka akan meninggalkan shalat lima waktu karena mereka takut tidak dapat melaksanakan satu saja waktu shalat itu. Mereka akan meninggalkan puasa di bulan ramadhan, karena mereka takut tidak dapat menunaikan satu hari ramadhan saja di bulan puasa, dan seterusnya. Tidakkah kamu melihat bagaimana syetan telah menjebakmu lagi dan memblokade petunju bagimu?

Jika kita merasa sedikit saja ada rasa takabur, riya’, ujub, sum’ah maka ibadah itu akan dikembalikan dengan bentuk siksa bagi kita, dan apa kita juga akan meninggalkan ibadah ibadah itu?

Memang seharusnya kita selalu merasa berlumuran dengan dosa, merasa hina di hadapan Alloh SWT. dan harus disertai dengan ilmu dan ikhtiyar.

“sebelum memakaikan jilbab pada hati kita,
alangkah baiknya syariatnya kita pakaikan jilbab dulu”

Jilbab hanyalah kain, namun hakekat atau
arti dari jilbab itu sendiri yang harus kita pahami dan
takutlah akan siksa Neraka Jahanan di akhirat nanti.

Hakekat jilbab adalah hijab lahir batin.

  • Hijab mata kamu dari memandang lelaki yang bukan muhrim kamu.
  • Hijab lidah kamu dari berghibah (ghosib) dan kesia-siaan,usahakan selalu berdzikir kepada Allah SWT.
  • Hijab telinga kamu dari mendengar perkara yang mengundang mudharat baik untuk dirimu maupun masyarakat.
  • Hijab hidungmu dari mencium cium segala yang berbau busuk.
  • Hijab tangan-tangan kamu dari berbuat yang tidak senonoh.
  • Hijab kaki kamu dari melangkah menuju maksiat.
  • Hijab pikiran kamu dari berpikir yang mengundang syetan untuk memperdayai nafsu kamu.
  • Hijab hati kamu dari sesuatu selain Allah SWT,

Karena semua itu jika tidak kita beri hijab akan menjerumuskan ke “NERAKA JAHANAN” yang kekal selama-lamanya, dan bila kamu sudah bisa memakai jilbab, maka jilbab yang kamu pakai akan menyinari hati kamu, sesuai perintah Allah SWT dan ajaran Nabi Muhammad SAW, itu rahmat dari Allah SWT yang membuka pintu hati kamu, untuk memakai jilbab sehingga kamu sudah bisa menghayati perintah Allah SWT seperti itulah ” hakekat memakai jilbab.”

Hukum-hukum memakai jilbab berdasarkan dalil sebagai berikut.

Alquran surah An-Nur ayat 31,
“Dan katakanlah kepada wanita-wanita yang beriman: ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya kecuali yang biasa nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan khumurnya (Ind hijab) ke dadanya….”

Rasulullah saw. bersabda yang artinya,
“Ada dua golongan penghuni neraka yang aku belum pernah melihatnya: laki-laki yang tangan mereka menggenggam cambuk yang mirip ekor sapi untuk memukuli orang lain dan wanita-wanita yang berpakaian namun telanjang dan berlenggak-lenggok. Kepalanya bergoyang-goyang bak punuk onta. Mereka itu tidak masuk surga dan tidak pula mencium baunya. Padahal sesungguhnya bau surga itu bisa tercium dari jarak sekian dan sekian.”(HR Muslim).

Hadis riwayat Aisyah r.a., bahwasanya Asma binti Abu Bakar masuk menjumpai Rasulullah dengan pakaian yang tipis, lantas Rasulullah berpaling darinya dan berkata, “Hai Asma, sesungguhnya jika seorang wanita sudah mencapai usia haid (akil balig) maka tidak ada yang layak terlihat kecuali ini,”
sambil beliau menunjuk wajah dan telapak tangan. (HR Abu Daud dan Baihaqi).

Jilbab dalam bahasa Arab berarti pakaian yang menutupi seluruh tubuh (pakaian kurung), bukan berarti jilbab dalam bahasa kita (Khumur adalah bentuk jamak dari khimar yang berarti kain penutup kepala. Atau, dalam
bahasa kita disebut hujab. Ini menunjukkan bahwa kepala dan dada adalah juga termasuk aurat yang harus ditutup.
Ayat dan hadis tersebut menjelaskan pada kita bahwa menutup seluruh tubuh adalah kewajiban setiap mukminah dan merupakan
tanda keimanan mereka. Syarat-Syarat Pakaian Penutup Aurat Wanita Pada dasarnya seluruh bahan, model, dan
bentuk pakaian boleh dipakai, asalkan memenuhi syarat-syarat berikut.
1. Menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Tidak tipis dan transparan.
3. Longgar dan tidak memperlihatkan lekuk-lekuk dan bentuk tubuh (tidak ketat).
4. Bukan pakaian laki-laki atau menyerupai pakaian laki-laki.
5. Tidak berwarna dan bermotif terlalu menyolok.

Sebab, pakaian yang menyolok akan mengundang perhatian laki-laki. Dengan alasan ini pula, maka membunyikan
(menggemerincingkan) perhiasan yang dipakai tidak diperbolehkan walaupun itu tersembunyi di balik pakaian.

Adapun masalah hijab atau batasan pergaulan laki-laki dan wanita yang bukan mahram, maka tidak boleh atau haram bersentuhan, berdua-duaan atau khalwat, haram saling pandang-pandangan, kecuali untuk khitbah atau melamar, jika diumpamakan membeli sebuah barang tentunya kita akan memilih yang masih dibungkus untuk dibuka dan dilihat meski sebentar. haram berbincang-bincang yang mengundang syahwat, kecuali masalah belajar atau taklim atau muamalah.
Sekian, wallahu a’lam

Berikut ini tips sehat memakai jilbab:

-Pilih bahan katun / sutra alam atau bahan lain yang menyerap keringat dan cukup berpori.
-Lapisan dalam (dalaman) juga dari bahan katun dan jangan terlalu sering yang berbentuk topi, pakai bando atau tidak usah pakai sama sekali.
-Lapisan jilbab luar jangan lebih dari 4 lapis.
-Pilih warna jilbab putih atau warna muda lain kalau banyak beraktivitas di bawah sinar matahari.
-Jangan menutup rambut ketika masih basah.
-Rambut perlu dibuka, diurai dan dianginkan di rumah / di lingkungan mahram.
-Cara memakai jilbab sebaiknya dilepas menutupi dada, jangan terlalu sering diikat ke leher , agar sirkulasi udara lebih baik.

Dr. Dewi Inong Irana SpKK
Puan Jakarta Boutique Clinic

di nuqil jg dari :

klik andriansyah.web.i

klik mail-archive.com

 

Iklan

5 responses to “Mahkota itu …

  1. ceweeeeeeeek ae sing di bahas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s