Ujian Cinta

Hikmah

oleh M Badrun Syahir

ujian cinta

ujian cinta

 

Ujian Cinta

Ujian dalam kehidupan manusia adalah sebuah keniscayaan. Baik itu berupa rasa takut, kehawatiran atau kelaparan, kekurangan harta, kematian, dsb. “Dan sungguh akan kami uji kamu sekalian¬† dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.” (QS Al-Baqarah: 155).
Sikap orang beriman memandang ujian sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan iyu sendiri. Menghadapi ujian itu dengan ketabahan dan kesabaran yang merupakan puncak keimanan ketaqwaan. Kehidupan dan kematian merupakan jalan panjang manusia untuk menguji apakah seseorang mampu mengisinya dengan perilaku dan amal kebaikan atau tidak.
Pangkat dan derajat yang diraih seseorang pada hakikatnya adalah ujian. ” Dan Dia meninggikan (pangkat) sebagian kamu atas sebagian yang lain beberapa derajat. Untuk mengujimu tentang apa yang diberikan-Nya kepadamu. (QS Al-An’am: 65).
Bahkan, keburukan dan kebaikan yang merupakan standar penilaian amal manusia, sesungguhnya adalah ujian dan cobaan. “Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya).” (QS Al-Anbiya: 35).
Apalagi kekayaan dan kemiskinan, harta benda dan jiwa, semuanya adalah sarana dan sekaligus bentuk konkret ujian. Oleh sebab itu, semuanya harus benar-benar dipahami dan disikapi secara objektif dan proporsional.
Karena sesunggunhya pemberian Alloh kepada hamba-Nya berupa kekayaan tidaklah identik dengan penghargaan dan penghormatan. Demikian pula sebaliknya, kemiskinan dan penderitaan yang ditimpakan kepada seorang hamba bukanlah berarti sebagai penghinaan atas dirinya.
Dalam konteks keimanan seseorang, ujian adalah titik awal dan penentu, sehingga pada gilirannya nanti manusia tidak memiliki alasan untuk menyalahkan orang lain, bahkan Tuhan sekalipun.
Yang menarik untuk dicermati adalah petunjuk Rosululloh SAW bahwa antara ujian dan cinta kepada Alloh memiliki keterkaitan yang sangat erat. Seseorang mesti diuji untuk dicintai dan akan dicintai dengan ujian.
“Sesungguhnya jika Alloh SWT (akan) mencintai sekelompok kaum maka diujilah mereka. Maka barang siapa rela (menerimanya) maka baginya adalah kerelaan (Alloh SWT), dan barang siapa murka maka baginya adalah kemurkaan dari Alloh SWT.” (HR Tirmidzi).
Dalam terminologi Al-Qur’an, kerelaan menerima unian disebut dengan sabar. “Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan, “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun” .
mereka itulah yang mendapatkan keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Alloh.

di nuqil dari:
REPUBLIKA senin. 3 April 2006 4 Robiul Awal 1427
H Nomor 083/TAHUN KE-14 Hal. 1 MAHAKA MEDIA www.republika.co.id

Iklan

One response to “Ujian Cinta

  1. Ujianku nggak lulus-lulus kieh! gege. .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s