Muda dan Pengusaha

 

 

 

 

Membangun Kepribadian Wirausaha  untuk Pelaku Usaha Pemula

I.  Mengapa harus berusaha ?

Pembahasan topik ini bertujuan untuk membangkitkan keyakinan, kemauan, kepercayaan diri dan kemampuan warga miskin dalam ikhtiar merobah nasibnya sendiri dengan melakukan usaha menggunakan modal pinjaman dana bergulir dari UPK P2KP. Proses itu, diawali dengan menggugah kesadaran tentang kemampuan akal budi mereka yang masih terpendam, yang perlu digerakkan untuk mengembangkan kehidupan sosial-ekonomi yang lebih baik bagi keluarganya. Kesadaran tentang hal tersebut, adalah fondasi penting untuk membangun kepribadian wirausaha.  Apabila upaya menggugah kesadaran berhasil, akan tumbuh dorongan internal yang kuat untuk melakukan ikhtiar (motivasi untuk berusaha). Kematangan psikologis seperti itu  diperlukan untuk tahap pengembangan selanjutnya, mempelajari kemampuan yang lebih teknis untuk memulai usaha. Sebagai langkah awal menggugah kesadaran, kita ajak mereka melihat kenyataan ini :

  1. 1. Sumber hidup puluhan juta orang

Puluhan juta rakyat Indonesia, hidup dari usaha mandiri; melakukan usaha tani (petani), menangkap ikan di laut (nelayan), memelihara ternak (peternak), membuat tempe (industri rumah tangga), membuka warung (pedagang), angkutan sepeda motor (ojek), membuka bengkel sepeda, bengkel sepeda motor,  reparasi peralatan elektronik, mengelas pagar (jasa), dan aneka jenis kegiatan usaha lainnya. Orang tua, saudara atau tetangga mereka mungkin memiliki sumber nafkah seperti itu. Namun, hanya sedikit dari mereka yang berkembang dalam volume usahanya, dari mikro menjadi kecil, menengah dan besar.

Topik diskusi :

Sebagian besar pelaku usaha mikro dan kecil tidak berkembang. Faktor-faktor apa yang menjadi akar penyebab gejala seperti itu ?  Faktor-faktor apa yang menentukan agar usaha dapat berkembang ?

  1. 2. Memburuh atau usaha mandiri

Menjadi tenaga akhli profesional dalam bidang tertentu seperti akuntan, akhli konstruksi, akhli teknologi informasi, akhli perekayasaan mesin, atau menjadi pegawai negeri yang kompeten dan berbagai jenis pekerjaan dengan keakhlian khusus yang memerlukan pendidikan dan pengalaman, adalah kesempatan yang sangat sempit bagi rakyat miskin. Sementara menjadi buruh pabrik, upahnya sangat kecil dan tidak mencukupi untuk biaya hidup seluruh anggota keluarga. Tingkat upah seperti itu tidak memungkinkan sebuah keluarga berkembang, bahkan untuk sekedar hidup-pun susah. Barangkali malah  dapat dikatakan melanggengkan kemiskinan. Itupun kesempatannya sangat sedikit.

Topik diskusi :

Apa yang membedakan jiwa kepribadian buruh yang bekerja mencari upah dengan penghasilan kecil dibandingkan dengan wirausahawan yang berusaha secara mandiri untuk memperoleh penghasilan tidak terbatas dari laba usaha?

  1. 3. Usaha mandiri tidak bergengsi ?

Berusaha atau dalam bahasa sehari-hari  disebut ”berdagang”, secara sosial budaya  (yang berlatar-belakang masyarakat pertanian dan priyayi), kurang dihargai, dianggap ”tidak punya status”, ”tidak bergengsi” dan beragam pandangan lain yang merendahkan. Orang lupa bahwa Nabi Muhamad, Rassululah Salalahu Alaihi Wasalam yang menjadi panutan milyaran umat Islam di seluruh dunia adalah seorang pedagang sukses yang tekun, cermat, jujur, ramah dan santun. Begitu terpercayanya beliau menjalankan usaha orang lain, sampai-sampai si Pemilik jatuh cinta dan menjadi isterinya yang sangat berbakti ; Siti Kotijah. Jadi, melakukan usaha secara tekun dan jujur adalah halal, terhormat dan memberikan kemungkinan untuk hidup berkecukupan.

Topik diskusi :

Mengapa untuk dapat berhasil seorang wirausahawan perlu memiliki sifat-sifat tekun, cermat, jujur, ramah dan santun ?

  1. Sumber nafkah keluarga; tunggal atau beragam ?

Dari berbagai hasil studi dan pengamatan langsung dalam kehidupan sehari-hari nampak jelas, rumah tangga yang pada awalnya miskin kemudian hidup berkecukupan, cenderung mengembangkan dan memiliki beragam sumber pendapatan keluarga dengan menggerakkan sumber daya yang dimiliki; tanah/lahan, tenaga/anggota keluarga, peralatan produksi, bakat, hubungan sosial,  informasi; dan selalu mencari peluang usaha yang menguntungkan. Mereka mengelola penghasilan itu dengan prinsip surplus dan produktif.

Topik diskusi :

Sumber daya apa saja yang kita miliki dan belum digerakkan untuk mengembangkan usaha ? Mengapa begitu lama sumber-sumber daya itu kurang kita manfaatkan ? Apa rencana kita kedepan dalam upaya memanfaatkan beragam sumber daya tersebut ?

  1. 5. Masalah atau peluang ?

Ketika di seluruh Pulau Madura listrik padam karena kabel bawah lautnya putus ditabrak kapal; banyak orang kemudian berkeluh kesah, marah, dan mengeluarkan sumpah serapah menghadapi masalah kegelapan tersebut. Apalagi untuk memperbaiki kerusakan itu, ternyata makan waktu cukup lama.

Tidak demikian halnya dengan mereka yang memiliki jiwa wirausaha. Mereka segera mencari sumber modal dan pergi ke Surabaya memborong bertruk-truk lilin, lampu teplok, senter dan generator mini, — karena ”melihat masalah kegelapan sebagai peluang”. Pada umumnya  orang melihat kegelapan karena listrik padam itu sebagai ”masalah” dan sumber kekecewaan semata. Hanya sebagian kecil orang yang melihat peluang untuk mendapat untung  ratusan juta dari masalah  kegelapan dengan  ”menjual  terang” dimalam hari ( berdagang lilin, lampu teplok, senter), dan daya listrik pengganti (generator mini) untuk mereka yang mampu.

Topik diskusi :

Dapatkah kita mengambil contoh masalah yang sering terjadi disekitar kita dan peluang apa yang nampak dari masalah yang kita sebutkan itu ? (Pertimbangkan contoh-contoh berikut : 1) Tahun ajaran baru selolah segera datang. Para orang tua menghadapi masalah untuk menyediakan anaknya pakaian seragam, tas dan buku sekolah. 2)  Sebulan lagi akan tiba hari raya haji, banyak orang menghadapi masalah memperoleh kambing korban.

  1. 6. Kewajiban melakukan ihktiar terbaik

Secara akidah, bagi umat Muslim Allah SWT telah memfirmankan acuan yang sangat jelas didalam salah satu ayat Al Qur’an untuk tidak menyerah kepada nasib. Acuan itu sangat tegas dan konsisten namun kurang mewarnai sikap hidup dan perilaku kita : ”Allah SWT tidak akan merobah nasib orang atau kaum kalau orang atau kaum itu tidak berusaha untuk merobah nasibnya sendiri”. Sementara ada lagi acuan dalam Hadist ” Bekerjalah sekeras-kerasnya (mencari rejeki), seolah-olah kamu tidak akan mati, dan beribadahlah sebaik-baiknya seolah-olah besok pagi akan datang hari kiamat”.

Topik diskusi :

Apa makna pesan ayat  Al Qur’an dan bunyi hadist yang kita sebutkan diatas dalam ikhtiar kita membangun kepribadian wirausaha ? Praktek apa yang sering terjadi dalam masyarakat berkenaan dengan ketaatan kita kepada Firman Allah tersebut ?

II.  Mewujudkan  ”mimpi berwarna”

Siapapun wajib menyatakan perang terhadap kemiskinan. Namun ”berperang” tanpa persiapan dan strategi yang tepat, — hanya sekedar latihan baris-berbaris dan membawa penthungan –,  adalah tindakan yang konyol. Apalagi tanpa memetakan dengan jernih kekuatan sendiri serta ”posisi dan kekuatan lawan”. Tindakan itu, bukan gelar perang, tetapi bunuh diri. Memerangi kemiskinan dengan sekedar membagi uang (atau bagi warga miskin yang masih potensial tetapi hanya sekedar mengharap bantuan) ibarat tindakan bunuh diri dengan maju perang membawa penthungan.

Sikap budaya dan praktek ”memberi dan menerima derma karena rasa  belas kasihan kepada warga miskin yang masih potensial ” (pendekatan karitatif) seperti itu kurang taat kepada firman Allah Swt, yang mewajibkan ikhtiar sepenuh akal budi dengan semangat swadaya dan percaya diri. Kecuali bagi mereka yang cacad, orang jompo yang  tak memiliki keluarga dan anak-anak terlantar, menjadi kewajiban negara (dan setiap Muslim yang mampu) untukmenyantuni. Untuk membangkitkan semangat, harapan dan kepercayaan diri ajaklah mereka berdiskusi dalam kelompok tentang pokok-pokok dibawah ini dan merenungkan hasilnya:

  1. 1. Mensyukuri karunia Allah

Allah mengkaruniakan kepada setiap orang; pikiran, perasaan, hati, dan akal budi. Yang membedakan adalah lingkungan budaya, sistim sosial-politik, kesempatan, kemampuan  dan ikhtiar. Lingkungan budaya seperti : maraknya takhayul, lemahnya penegakan hukum, konsumtif dan ”mendewakan uang”, mendamba kehidupan ”dugem”, ingin kerja ringan hasilnya banyak, korupsi, merendahkan kejujuran dan pengabdian ( ingat lagu Umar Bakri ?) dan kurang peduli kepada yang lemah; telah berpengaruh besar pada pembentukan karakter perorangan yang; selalu berkeluh-kesah, egois, kurang toleran, menyerah pada ”nasib buruk”, sedikit-sedikit marah, mudah beringas dan merusak. Tata nilai, sikap dan perilaku individu seperti itu menghambat perkembangan.

Hakekat dari semua ajaran agama samawi dan ciri masyarakat yang beradab adalah sikap santun, mencintai kebenaran dan melindungi golongan yang lemah. Padahal, diantara beragam hal yang buruk, dapat dicari yang baik. Diantara beragam kesengsaraan, ada relung-relung kebahagian. Pendeknya, orang perlu melihat hal-hal yang baik untuk disyukuri, dan menjadi titik tolak pengembangan agar memperoleh rahmat Allah lebih banyak lagi.

Topik diskusi :

Bagaimana mengembangkan rasa syukur atas karunia Allah kepada kita, berikhtiar dengan sepenuh akal budi dan mencegah perasaan terus menerus kecewa, selalu berkeluh kesah, hati mudah terbakar, beringas dan melakukan  kekerasan ?

  1. 2. Merumuskan tujuan hidup

Merumuskan tujuan hidup dengan jernih dan terukur, termasuk barang langka, apalagi dikalangan warga miskin yang ”hanyut” dalam hidup keseharian penuh kesulitan. Diduga pada kalangan masyarakat yang hidup berkecukupanpun hal ini jarang dilakukan. Tujuan hidup umumnya orang Indonesia saat ini adalah mencapai dengan segala cara kedudukan sosial yang tinggi dan menumpuk harta kekayaan sebanyak-banyaknya, tanpa mempedulikan nilai-nilai moral, karakter dan perilaku yang menjamin kebahagiaan lahir, batin, dunia dan akhirat.  Membangun kewirausahaan dimulai dengan menggugah kesadaran tentang perlunya membangun karakter yang taat etika dan ikhtiar memperbaiki kehidupan dengan menetapkan tujuan hidup dan sasaran-sasaran yang terukur secara bertahap.

Topik diskusi :

Mari kita rumuskan apa sebenarnya tujuan hidup kita. Hambatan internal maupun eksternal apa yang kita hadapi untuk mewujudkan tujuan itu, dan upaya-upaya apa yang akan  kita lakukan diwaktu mendatang untuk mengatasinya.

  1. 3. Hidup senang dan membuat orang lain senang (SMS positif)

Wirausahawan yang sejati memiliki kemampuan komunikasi untuk membangun dan menikmati hubungan persahabatan yang tulus dengan orang lain. Banyak orang terseret pada ”rasa nikmat” untuk mempergunjingkan orang lain. Bahkan tanpa sadar terbangun karakter yang “SMS negatif”, senang melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang. Agar dapat diterima dalam pergaulan yang luas, memiliki banyak sahabat, seorang wirausahawan perlu membangun diri untuk memiliki karakter ”SMS positif”, senang membuat orang lain senang. Disenangi, dihargai dan dipercaya dalam pergaulan sosial sangat penting untuk mencapai keberhasilan usaha. Karena itu, ciri karakter yang perlu dibangun untuk menjadi wirausaha yang berhasil adalah, ”sadar, syukur, nalar, tulus, santun dan peduli, ditambah hidup produktif dan berbudaya surplus”.

Topik diskusi :

Mengapa orang cenderung senang bergunjing dan mengembangkan SMS negatif ? Bagaimana caranya secara bertahap merobah sifat tersebut menjadi SMS positif ? Diskusikanlah untuk merumuskan pengertian ringkas dari karakter wirausaha ; sadar, syukur, nalar, santun, peduli, produktif dan surplus.

  1. 4. Harapan sebagai sumber motivasi,

Harapan adalah sumber motivasi, energi internal dan pendorong gerak setiap orang. Mengembangkan harapan (optimisme) yang disertai sikap sabar dan berikhtiar dengan tekun menjadi sangat penting. Kisah orang yang telah berhasil bebas dari kemiskinan dengan kegiatan usaha dapat menjadi cermin dan bahan belajar yang meneguhkan. Faktor-faktor apa yang membuat seseorang berhasil membebaskan diri dari kemiskinan dapat  ditelaah bersama sebagai pengalaman  nyata yang menarik (aktual dan empirik).

Ajaklah mereka untuk mengembangkan harapan kehidupan masa depan yang lebih baik. Kemudian melangkah belajar hidup berencana dengan menetapkan sasaran sederhana tertentu  yang ingin dicapai dalam jangka pendek; misalnya dalam setahun : ” Sampai dengan akhir tahun …………. saya ingin memiliki himpunan tabungan modal sendiri untuk mengembangkan usaha sebesar Rp……………….,-  Sasaran itu kemudian dirinci menjadi tindakan nyata yang dapat diukur. Yakinkan perlunya ketekunan untuk mulai berusaha dengan pinjaman dana bergulir, mengangsur secara tertib sesuai perjanjian dan menyisihkan secara disiplin sebagian dari laba usahanya untuk ditabung setiap hari, minggu atau bulan, sesuai kemampuan dan sasaran yang ingin dicapai.

Topik diskusi :

Rumuskanlah sasaran jumlah tabungan modal sendiri yang ingin kita capai dalam satu tahun. Apa tindakan nyata yang akan kita lakukan untuk mencapai sasaran tersebut dan bagaimana mengukur hasilnya secara bertahap ?

  1. 5. Akar perobahan

Yakinkan mereka bahwa akar dari probahan itu adalah; tekun berusaha, pendapatan yang meningkat, mengelola keuangan dengan prinsip surplus, rajin menabung dan menghimpun asset rumah tangga. Kalau sudah cukup uang, tetap dapat hidup sederhana, mengatur alokasi anggaran keluarga dengan cermat untuk memenuhi kebutuhan, dan tidak memperturutkan keinginan yang tidak berbatas.

Topik diskusi :

Secara ekonomi dan akal sehat, sebutkan rangkaian prinsip yang harus diyakini sebagai akar perobahan untuk membebaskan diri dari kemiskinan. Bagaimana mengendalikan diri dari godaan konsumsi dan mengikuti  keinginan setelah memiliki cukup himpunan tabungan ?

III.  Setelah bulat tekad kita, — mulai —.

Serangkaian proses yang telah kita telaah bersama tersebut diatas; adalah tahapan mempersiapkan hati, pikiran, tekad dan motivasi untuk memperbaiki kehidupan dengan berusaha. Inilah jalan sempit yang mungkin berliku untuk menuju masa depan kehidupan yang berkecukupan dan layak bagi kemanusiaan. Kalau kita berhenti disini, semuanya akan tinggal menjadi angan-angan. Angan-angan tidak merobah apa-apa. Untuk berobah, harus ada tindakan. Tindakan  akan merobah angan-angan menjadi kenyataan. Karena itu;  kita harus mulai.

1. Mencari dan memilih peluang usaha

Langkah awal untuk memulai usaha adalah mencari dan memilih peluang, sesuai dengan  kemampuan (yang dapat dipelajari)  dan ketersediaan berbagai sumber daya yang diperlukan.  Kegiatan usaha dapat dipilih sesuai sektor dan jenis komoditasnya : 1) sektor produksi primer : a. pertanian (tanaman pangan, buah-buahan, bunga-bungaan, sayur-mayur, rempah-rempah, tanaman hias,); b. perkebunan (tebu, serat, kelapa sawit, jarak, karet, kopi, coklat, tembakau, lada); c. perikanan ( penangkapan ikan laut, budidaya ikan air tawar, tambak, ikan hias); d. peternakan (kuda, kerbau, sapi, kambing, ayam, itik, buaya, kelinci, anjing ras, babi, burung berkicau, lebah madu) e. Perhutanan (kayu, madu, bahan obat, berburu)  f. Pertambangan dan galian (pasir, batu, granit, batu-bara, biji besi, emas, perak, minyak); 2) sektor industri \pengolahan (kimia, tekstil, pengecoran logam, mesin, kendaraan, makanan, minuman, barang kerajinan, barang seni, perakitan, peralatan rumah tangga, obat-obatan); 3) sektor perdagangan (membeli dan menjual barang); 4) sektor jasa (komunikasi, transportasi, konstruksi,  bengkel las, bengkel sepeda motor, bengkel mobil, bengkel elektronika, jasa antaran, pengobatan, jasa hiburan, jasa pementasan, promotor pertandingan, penelitian, pelatihan, pemberdayaan, konsultasi).

Peluang usaha yang diminati, kemudian dievaluasi  dengan memberi nilai antara 1 sampai dengan 10  pada masing-masing faktor berikut : 1) besarnya permintaan pasar,  2) ketersediaan sumber daya, 3) kesederhanaan teknologi produksi, 4) kecilnya kebutuhan modal usaha 5) tingginya tingkat laba usaha, 6) rendahnya tingkat risiko usaha, 7) kuatnya daya saing di pasar,  8) pendeknya siklus usaha,  9) stabilnya harga bahan baku dan barang jadi, 10) tidak adanya limbah.

Dalam bahasa yang sederhana sering disebutkan bahwa usaha skala mikro sebaiknya dipilih yang bersifat ”quick yielding”,  artinya cepat menghasilkan, diminta oleh pasar, memerlukan modal kecil, teknokogi sederhana dan risiko usaha yang rendah.

Topik diskusi :

Pilihlah beberapa jenis peluang usaha, kemudian nilailah masing-masing jenis usaha tersebut berdasarkan kriteria evaluasi seperti dijelaskan diatas, yaitu dengan memberi nilai masing-masing antara 1 sampai dengan 10 pada setiap faktor dari 10 faktor penilaian, kemudian jumlahkan nilainya. Jenis usaha apa memperoleh nilai tertinggi ? Itulah jenis usaha yang cocok.

2.  Mengenal diri

Sebelum melangkah lebih jauh, kita perlu melakukan ikhtiar untuk mengenal diri sendiri. Disadari tahapan ini bukan pekerjaan yang mudah. Upaya dapat dilakukan melalui renungan pribadi sejujur-jujurnya, namun lebih baik dengan meminta bantuan sahabat dekat, atau dalam kelompok kecil yang sudah akrab. Secara umum penilian diri dilakukan dengan mengenali kekuatan dan kelemahan diri dengan mengacu pada ciri-ciri kepribadian yang diperlukan untuk menjadi wirausaha yang berhasil. Ini akan menyangkut; kesehatan, minat, sikap, kebiasaan, penggunaan waktu, penggunaan uang, disiplin, motivasi, kesabaran, kerajinan, ketekunan, SMS positif, pengetahuan, ketrampilan dll. Kemudian diteruskan dengan pertanyaan reflektif; adakah peluang (kemauan dan kemampuan kita) untuk memupuk kekuatan dan merobah kelemahan-kelemahan diri yang dapat diperbaiki. Adakah faktor-faktor dari dalam diri maupun dari luar yang mengancam kelangsungan dan keberhasilan usaha. Semua itu dilakukan agar upaya membangun kepribadian wirausaha dan kemampuan mengelola usaha — sesuai pilihan jenis usahanya –,  serasi dan mendukung.

Topik diskusi :

Apa saja kekuatan dalam diri kita yang menunjang dan kelemahan yang menghambat usaha ? Dapatkah kelemahan-kelemahan tersebut diperbaiki ? Apa saja upaya yang perlu dilakukan untuk menghilangkan kelemahan-kelemahan tersebut ?

3.  Belajar dari teman

Meski seorang calon wirausahawan telah bertekad bulat untuk memulai usaha, pilihan usahanya telah ditetapkan, sumber modal telah diiperoleh namun harus diakui kalau masih ada keraguan didalam hatinya untuk mulai.

Baginya berusaha adalah pengalaman baru. Suasana kejiwaan menghadapi pengalaman baru yang tegang dan kurang percaya diri harus dapat diterima sebagai kenyataan yang umum (universal). Bantuan terbaik menghadapi kesulitan psikologis itu adalah memberikan kesempatan untuk mengalami pada situasi sebenarnya dengan tanpa risiko. Kesempatan semacam itu adalah ”magang” atau belajar dari usaha teman atau orang lain yang sudah berjalan atau bahkan sudah berkembang. Kelemahan magang terjadi karena tidak terjadwal secara sistimatis sehingga peserta dapat belajar dan menguasi seluruh aspek dan siklus usaha secara lengkap. Program magang, sebaiknya dilakukan dengan persiapan pada kedua belah pihak secara cermat agar peserta dapat memperoleh pengalaman  dalam aspek : 1) perencanaan usaha, 2) proses produksi (atau belanja barang dagangan), 3) promosi dan pemasaran 4) penjualan dan pelayanan konsumen, 5) pencatatan usaha, 6) jenis risiko dan penangananya, 7) pengelolaan keuangan usaha, 8) monitoring, evaluasi dan pengendalian usaha.

Topik diskusi :

Apa keunggulan program magang dalam upaya mengembangkan wirausaha baru? Cari dan temukan pelaku usaha yang sesuai dengan pilihan usaha Anda (teman atau kenalan) yang dapat membantu kita memberikan kesempatan belajar magang usaha. Perlukah pendamping dalam kegiatan ini, kenapa? Aspek-aspek apa akan kita pelajari dari kegiatan magang ?

4.  Membuat rencana usaha

Beberapa tahapan penting sudah kita lewati. Tekad untuk melakukan usaha sudah bulat, jenis usaha sudah kita pilih, kesadaran akan kekuatan, dan kelemahan diri sudah kita  temukan dan dengan ikhlas ingin memperbaiki. Sebelum memulai kita harus membuat rencana usaha. Pemikiran dasar menyusun rencana usaha adalah; — besarnya nilai penjualan dalam satu periode (hari, minggu, bulan) yang dapat menghasilkan laba usaha untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup keluarga –. Dari kajian awal ketika melakukan evaluasi pilihan jenis usaha kita sudah mendapatkan informasi berdasarkan pengalaman orang lain tentang tingkat laba terhadap total penjualan, misalnya 20%.  Kalau biaya hidup sehari Rp.50.000,-, maka nilai penjualan dalam sehari harus mencapai Rp.250.000,-  Kalau harga per-unit produk (misalnya membuat kue) nilainya Rp.2.000,- maka sehari kita harus mampu menjual  125 unit. Berapa lama dari saat mulai usaha nilai  penjualan sebesar itu akan dicapai ? (Kalau masih ada sumber pendapatan lain untuk biaya hidup keluarga, nilai penjualan pada tahap awal mulai usaha dapat kita turunkan).

Untuk membuat barang sebanyak itu, diperlukan peralatan produksi, bahan baku, bahan penolong, kemasan, sewa tempat dan jumlah orang yang mengerjakan. Dimana tempat menjual ? Pembeli datang atau harus membawa barang ke pasar? Berapa ongkos membawa barang ke pasar? Dari berbagai pertanyaan itu, kita dapat menghitung berapa kebutuhan modal untuk membeli peralatan dan sewa tempat (modal investasi), dan berapa besar modal diperlukan untuk membeli bahan baku, bahan penolong, upah kerja dan biaya membawa barang ke tempat penjualan (modal kerja). Kalau setiap hari menjual, apakah hasil penjualan langsung dapat dibelanjakan bahan baku produksi untuk penjualan besok hari? Mungkin saja bisa, namun supaya lebih aman, modal kerja yang diperlukan kita hitung untuk dua hari.

Maka jumlah modal usaha yang diperlukan adalah : Modal investasi ditambah modal kerja untuk dua hari. Dari contoh diatas, kalau kita anggap modal yang diperlukan untuk membeli peralatan  sebesar Rp.150.000,- dan modal kerja untuk dua hari Rp.200.000,- x 2; maka jumlah kebutuhan modal usaha pada kapasitas penuh penjualan 125 unit barang per-hari adalah Rp.550.000,- Kalau batas maksimum pinjaman awal di UPK adalah Rp.500.000,- per anggota kelompok maka masing-masing perlu menyediakan modal sendiri Rp.50.000,- Kalau harus memasukkan laba untuk membayar angsuran pokok dan bunga pinjaman sebesar Rp.52.500,- per-bulan maka, pada penjualan 130 unit barang per-hari kewajiban itu sudah akan dapat dipenuhi. Untuk merencanakan lebih teliti gunakanlah formulir Rencana dan arus kas usaha (terlampir).

Topik diskusi :

1). Buatlah rencana usaha warung bakso dirumah sendiri kalau biaya hidup sehari  Rp.60.000,- dengan harga jual bakso per-mangkok Rp.4.000,- dan tingkat laba 40%. Berapa mangkok bakso setiap hari harus terjual? Berapa jumlah modal usaha diperlukan baik  modal investasi maupun  modal kerja.

2). Buatlah rencana usaha produksi telur asin kalau biaya hidup perhari Rp.50.000,- harga telur asin berbutir Rp.2.000,- tingkat laba 25% dan proses pengasinan memerlukan waktu 5 hari. Berapa jumlah penjualan telur perhari dan berapa modal usaha diperlukan.

5.  Menghitung, mencegah dan menanggulangi risiko

Tidak ada usaha yang tanpa risiko. Warga miskin sudah kenyang dengan risiko hidup; kesengsaraan dan penderitaan akibat kemiskinan.  Oleh karena itu, mereka perlu diyakinkan untuk melakukan segala ikhtiar yang terbaik tanpa dihantui oleh risiko dalam memulai usaha. Namun demikian, mengajak mereka untuk memperhitungkan, mencegah dan menanggulangi risiko sangatlah penting. Risiko tak terduga (force major) berupa bencana alam, gempa, kebakaran tidak perlu diperhitungkan karena juga tidak ada perusahaan asuransi yang mau memberikan jasa perlindungan. Hanya diperlukan kehati-hatian.

Risiko dirampok, dicuri hasil penjualannya atau digusur tempat usahanya mungkin lebih nyata. Pencegahanya, harus cermat dalam memilih lokasi dan menyimpan uang. Risiko usaha dapat beraneka ragam, tergantung pada jenis usahanya. Kerusakan bahan baku, ticegah dengan memilih pemasok yang teruji dan dapat dipercaya dengan penyimpanan  bahan baku yang sudah dibeli sesuai karakteristiknya. Risiko kerusakan barang jadi karena proses produksi; harus dicegah dengan menetapkan cara dan urutan proses produksi yang baku, memahirkan tenaga produksi, ketaatan kepada formula yang baku, dan pengendalian mutu dalam setiap tahapan. Risiko barang jadi yang tidak laku harus dicegah dengan jumlah produksi yang sesuai dengan permintaan pasar. Kalau baru bisa menjual 100 unit, tidak perlu membuat 200 unit. Perlu pengetahuan teknis untuk menyimpan produk jadi yang belum laku untuk dijual pada hari/periode berikutnya; sepanjang tidak merusak mutu barang yang kita jual. Jalan lain harus dicari agar dapat menggunakan barang jadi yang tidak laku sebagai bahan baku produk lanjutan.

Risiko kekurangan modal kerja harus dicegah dengan perencanaan kas yang seksama, tidak menjual secara kredit dan tidak menggunakan uang hasil penjualan untuk keperluan diluar usaha. Untuk produksi barang yang memerlukan tenaga dengan keakhlian sangat khusus dapat menimbulkan risiko ketergantungan yang harus dicegah dengan kemampuan pemik untuk membuat sendiri. Risiko persaingan harus dicegah dengan meningkatkan dan mempertahankan mutu barang dan layanan kepada konsumen dan pelanggan. Bila perlu dengan ikhtiar khusus yang ”mengikat batin” (misalnya memberikan kenangan pada hari ulang tahun mereka, menengok saat ada yang sakit).

Topik diskusi :

Anda pemilik warung bakso, risiko persaingan usaha, adalah ”sesuatu yang sudah pasti” akan dihadapi. Disamping, mutu barang, harga, dan kehangatan layanan, upaya-upaya apa yang akan anda lakukan untuk mengikat batin dan kesetiaan para konsumen dan pelanggan.

6.  Mencari sumber modal

Idealnya, pelaku usaha pemula harus menggunakan modal sendiri. Dengan begitu, kalau usaha mengalami kegagalan, tidak menimbulkan beban berupa utang. Namun modal pinjaman ada juga sisi baiknya, karena akan menyebabkan pelaku usaha menjadi lebih serius dan hati-hati dalam menjalankan usaha. Jalan yang paling lazim adalah campuran, 50% modal sendiri dan 50% bersumber dari utang. Posisi inipun bagi warga miskin tidaklah mudah, oleh karena itu UPK memberikan pelayanan pinjaman dana bergulir untuk modal usaha, termasuk bagi pelaku usaha pemula tanpa mensyaratkan modal sendiri. Bagaimanapun sebaiknya pelaku usaha perlu menyiapkan modal sendiri antara 15-25% dari kebutuhan modal usaha. Sebagian dari dana milik sendiri itu akan ditabung sebagai dana tanggung renteng (untuk pinjaman pertama ). Pada pinjaman berikutnya bagian modal sendiri disyaratkan lebih besar, dengan pinjaman yang lebih besar untuk mengembangkan usaha.

Memulai usaha dengan pinjaman dana bergulir dari UPK harus diperlakukan sebagai kesempatan belajar usaha. Harapanya kalau usaha sudah berkembang dapat berhubungan sendiri secara langsung dengan lembaga keuangan (LKM, Bank atau Modal ventura) dengan jumlah pinjaman yang lebih besar untuk mengembangkan volume usaha. Mitos orang miskin tidak melakukan usaha karena tidak ada modal dalam kenyataannya tidaklah benar, yang benar karena belum memiliki kepribadian wirausaha.

Topik diskusi :

Kenapa Bank selama ini tidak melayani pinjaman modal usaha kepada warga miskin yang akan memulai usaha ? (Bahaslah jawaban atas pertanyaan itu dari sudut; persyaratan yang harus dipenuhi, tingkat risiko pinjaman, ketersediaan jaminan, nilai pinjaman dan biaya transaksi pelayanannya).

7. Membuat catatan usaha

Membuat catatan usaha, adalah bagian sangat penting yang selama ini tidak dilakukan oleh pelaku usaha mikro dan kecil, apalagi pelaku usaha pemula. Itulah salah satu sebabnya usaha mikro dan kecil tidak dapat tumbuh dan berkembang. Gejala ini disebabkan oleh beberapa sebab yang pokok; 1) persepsi yang keliru dari pelaku usaha bahwa catatan usaha yang memenuhi syarat itu sangat rumit dan tidak dapat dilakukan oleh pelaku usaha mikro dan kecil, dan kurang dibutuhkan,  2) tidak ada akhli akuntansi yang membantu membuatkan sistim akunting sederhana yang dengan mudah dapat digunakan oleh pelaku usaha mikro dan kecil, 3) sebagai kegiatan informal tidak ada undang-undang yang mengharuskan usaha mikro dan kecil memiliki sistim catatan usaha yang standar dan memenuhi kidah umum akuntansi.

Catatan usaha sederhana yang memenuhi kaidah akuntansi sangat diperlukan oleh pelaku usaha mikro dan kecil untuk mengelola, memonitor hasil, mengendalikan dan mengembangkan usahanya. Catatan usaha yang layak dapat menghasilkan informasi usaha berupa; 1) perhitungan rugi-laba usaha dalam satu periode waktu, 2) membuat neraca yang menjelaskan posisi kekayaan, utang dan modal usaha serta perobahannya, 3) menyajikan data statistik perkembangan atas beberapa indikator pokok usaha (biaya produksi, penjualan, laba usaha, kekayaan usaha, bagian modal sendiri), 4) mengetahui beberapa indikator pokok kinerja usaha ( efisiensi biaya, produktifitas modal/tingkat laba usaha, tingkat pertumbuhan penjualan, tingkat pertumbuhan kekayaan usaha).

Sistim Akunting Selembar (SAS) bisa dipakai sebagai instrumen sistim catatan usaha, yang meskipun sangat sederhana dapat menghasilkan empat golongan informasi usaha seperti telah dijelaskan diatas.

Topik diskusi :

Mengapa catatan yang memenuhi syarat merupakan bagian sangat penting dalam kegiatan usaha ? Informasi apa saja yang harus dihasilkan dengan menggunakan catatan usaha yang memenuhi kaidah umum akuntansi ? Kalau pelaku usaha tuna-aksara, dapatkah pencatatan usaha dilakukan oleh anaknya yang masih sekolah di SD / SMP  dengan dilatih terlebih dulu?

8.   Memilih lokasi usaha

Memilih lokasi usaha tidak dapat menggunakan kriteria yang sama untuk berbagai jenis usaha. Memilih lokasi kandang untuk peternakan ayam, berbeda dengan memilih tempat untuk jualan bakso. Pada dasarnya, memilih tempat usaha dibedakan atas beberapa golongan usaha; 1) usaha penjualan barang dan jasa (toko, warung makan, bengkel, jasa antaran, kursus ketrampilan dan salon misalnya), perlu memilih tempat yang ramai, strategis dan mudah dilihat dan dikunjungi orang. 2) usaha produksi barang yang tempat penjualannya di tempat lain/pasar, tidak memerlukan syarat seperti itu, namun dekat dengan lokasi penjualan dan mudah mengangkut barang (jalan raya, sarana komunikasi), 3) usaha peternakan dan perikanan malah harus memilih tempat yang jauh dari pemukiman penduduk. Apalagi usaha yang menimbulkan limbah (suara bising, limbah cair, limbah bau) memerlukan teknologi pengelolaan limbah dan harus berlokasi jauh dari pemukiman.

Topik diskusi :

Apa kriteria yang cocok untuk memilih lokasi usaha warung makan sederhana, agar dapat berkembang. Gambarkanlah interiror dan tata letak dari rak kaca etalase makanan, meja kursi untuk makan para pengunjung, kasir, tanaman hias, kompor dan kamar kecil.

9.   Membeli peralatan produksi dan bahan baku

Membeli peralatan produksi dan bahan baku harus dilakukan dengan mengadakan surve harga di beberapa toko atau pemasok. Bilamana perlu, juga menanyakan kepada pelaku usaha sejenis yang sudah berpengalaman. Dengan demikian sebagai pelaku usaha pemula tidak akan salah membeli atau tertipu. Spesifikasi, merek, mutu, keaslian, harga dan layanan paska jual atas barang-barang peralatan produksi (mesin) yang mahal, perlu diteliti dengan cermat. Begitupun bahan baku, perlu diperoleh dari sumber pemasok yang menjamin mutu, harga, kepastian tersedianya, termasuk layanan antaran bila tersedia. Mengikuti pelaku usaha sejenis yang telah berpengalaman dalam pembelian sarana produksi maupun bahan baku, adalah cara mudah yang aman. Pelaku usaha wajib memelihara hubungan baik dengan pemasok yang paling memenuhi syarat seperti diuraikan diatas. Transaksi pembelian-pembelian tersebut perlu dukungan dokumen yang sah berupa faktur atau kwitansi untuk kepentingan sistim pencatatan usaha.

Topik diskusi :

Bagaimana caranya pelaku usaha pemula untuk memperoleh sumber pasokan peralatan produksi dan bahan baku yang menjamin mutu, harga  yang layak dan kelangsungan ketersediaan?

10. Memberi nama dan mengurus perizinan

Belum banyak usaha mikro dan kecil memberi nama usaha atau produk yang dijual. Padahal, karena sifatnya informal, memilih nama belum perlu mendaftarkan ke kantor urusan merek dan hak paten. Namun, kalau produk barang dan jasa yang dijual bersifat khas dan unik, nama akan memberikan citra, menjadi sarana promosi, dan bila mencantumkan alamat, memberikan kesan tanggung jawab yang besar dari pelaku usaha. Pilihan nama sebaiknya ringkas, bermakna, mudah diingat, unik dan mengesankan (mind caching). Nama dapat diberikan kepada usahanya, atau produknya. Untuk keduanya nama dapat menyertakan logo, lambang atau gambar. Khusus untuk produk makanan, minuman dan obat-obatan (jamu) memerlukan izin dari Direktorat Jendral Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan. Bila usaha sudah berkembang, nama usaha atau nama produk perlu didaftarkan ke Direktorat Merek dan Hak Patent Departemen Kehakiman (kini Hukum dan HAM ?).

Topik diskusi :

Anda membuat usaha produksi kue-kue kering yang dikemas dalam plastik, yang dititipkan ke warung-warung. Pilihlah nama dan gambar yang cocok untuk produk tersebut.

11. Melakukan promosi

Sangat jarang usaha mikro dan kecil melakukan promosi, karena yang digambarkan sebagai promosi adalah iklan di surat kabar atau Televisi yang memerlukan biaya sangat mahal. Slametan saat pembukaan usaha dengan mengundang teman dan sahabat, termasuk promosi juga. Mencetak selebaran, membuat spanduk kain ditempat usaha, memberikan kupon hadiah kepada konsumen dan pelanggan akan menjadi cara promosi yang menarik. Menyediakan makan gratis setelah mengumpulkan 10 kupon kepada setiap konsumen dengan membebankan tambahan 10% dari harga jual per porsi (misalnya warung bakso) akan menarik. Padahal dengan cara itu secara matematis makan gratis pada kunjungan yang ke 11, tidak menimbulkan beban biaya apapun. Perlu kita ingat, promosi-promosi seperti yang telah disebutkan, lebih cocok untuk pasar bawah, yang sangat peka terhadap faktor harga dan sensasi-sensasi kecil. Mengirimkan surat atau e-mail penawaran produk atau jasa yang dijual adalah bentuk promosi yang lain.

Topik diskusi :

Anda membuka warung bakso, dengan harga dasar per-mangkok Rp.4.000,- Pilihlah rancangan promosi dengan hadiah yang diundi setiap enam bulan bagi konsumen atau pelanggan dengan hadiah, Handphone, Jam dinding antik dan barang barang  kecil lain yang menarik. Buatlah juga kalkulasinya kalau biaya hadiah itu dibebankan kepada para konsumen.

12. Memprodusi barang

Sebelum proses produksi barang dalam jumlah banyak dilakukan, perlu ada desain produk model dengan spesifikasi tertentu (bentuk, warna, kemasan, rasa, bau, berat, ukuran, keunikan, mutu dan kegunaan). Kalau produk makanan, maka diperlukan formula (resep), porsi bumbu, bahan-bahan khusus, ukuran, tampilan dan urutan cara pengolahan yang memberikan ciri khas produk jadi yang perlu dibakukan. Dengan demikian karakteristik dan ciri khas barang-jadi yang dibuat bersifat standar.  Proses produksi dalam jumlah banyak, apalagi kalau melibatkan tenaga orang lain memerlukan pengawasan dan pengendalian  mutu secara cermat. Meski tidak masinal  tidak boleh terjadi setiap unit produk memiliki mutu, rasa, ukuran, warna, berat yang berbeda-beda. Formula dan keunikan dari spesifikasi produk akhir inilah yang harus menjadi ciri  khas yang tidak mudah ditiru oleh orang lain.

Topik diskusi :

Anda membuka usaha warung bakso. Agar rasa, ukuran dan tampilan pada stiap mangkoknya sama, unsur apa yang perlu distandarkan dalam proses produksi ? Pada hal anda memperkerjakan seorang pelayanan yang ditugasi untuk memracik, menyajikan dan melayani konsumen yang datang.

13.  Menjual

Bagian paling penting dari kegiatan usaha adalah menjual. Untuk usaha warung bakso, pekerjaan menjual dimulai dengan kegiatan promosi.

Setiap konsumen yang datang, harus dilayani dengan baik, ramah, santun dan ditanya kesan dan saran-saran mereka untuk memperbaiki produk dan layanan. Memperbesar penjualan usaha bakso atau warung makan dapat dilakukan dengan memperbesar daya tampung tempat makan, ”beli bawa pulang”, (take away) membuka tempat baru (tambahan outlet) baik dalam status cabang maupun sistim waralaba. Untuk jenis produk apapun, pada prinsipnya ada beberapa cara untuk memperbesar penjualan; menggencarkan promosi, memperluas ruangan pelayanan, memperpanjang waktu pelayanan, memperbanyak tempat pelayanan dan memperluas lingkup pasar. Sudah tentu setiap upaya peningkatan penjualan memerlukan peningkatan kemampuan produksi, tambahan tenaga kerja dan tambahan modal usaha, baik untuk investasi maupun modal kerja. Itu semua tidak akan menjadi masalah selama permintaan pasar semakin besar dan kemampuan menejemen usaha mendukung. Jangan lupa, peningkatan penjualan harus berarti peningkatan laba usaha.

Topik diskusi :

Anda melakukan usaha jasa antaran (kurir), siapa atau instansi, perusahaan dan lembaga apa yang anda anggap sebagai konsumen potensial. Bagaimana cara anda menawarkan jasa tersebut? Strategi apa yang perlu dilakukan untuk menarik calon pelanggan?

14. Mengelola keuangan usaha dengan cermat

Uang adalah darah dan penjualan adalah jantung kehidupan bagi dunia usaha; bila jantung berdenyut dengan sempurna, darah akan mengalir dengan lancar dan orang dalam keadaan sehat. Bila penjualan berjalan baik, peredaran uang akan mengalir dengan lancar, dan usaha akan sehat dan berkembang. Prinsip pokok dalam pengelolaan uang usaha adalah menjaga keamanan, produktifitas, kelancaran dan keterkendaliannya. Saldo kas usaha dalam bentuk tunai, ditetapkan kecil dan secukupnya saja, dan sebagian besar ditempatkan dalam rekening tabungan di bank.

Uang tunai ditambah saldo tabungan di bank secara keseluruhan perlu diusahakan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan usaha (likwid), tetapi tidak boleh dalam proporsi yang terlalu besar terhadap jumlah keseluruhan modal kerja. Paling tidak 85% dari jumlah modal kerja harus beredar dalam kegiatan usaha (untuk memproduksi barang) yang segera dapat dijual. Persediaan barang (stok barang), baik dalam bentuk bahan baku, bahan penolong, maupun barang jadi yang tersimpan terlalu lama sama maknanya dengan saldo kas usaha yang kurang produktif.

Persediaan uang kas maupun stok barang yang terlalu besar, akan menurunkan produktifitas modal kerja, menurunkan tingkat efisiensi usaha dan kalau tidak dicermati secara seksama, malah dapat menimbulkan kerugian usaha. Apalagi kalau sumber dana usaha diperoleh dari pinjaman dengan jasa bunga yang tinggi. Untuk keperluan pengamanan dan pengendalian, prosedur pengeluaran uang maupun barang perlu diatur dan di administrasikan dengan seksama. Kewenangan untuk memutuskan pengeluarkan uang dan barang sampai jumlah tertentu dilimpahkan dengan jelas kepada orang/pejabat  yang disupervisi (diawasi) oleh orang/pejabat diatasnya. Seluruh dokumen administrasi keluar-masuk uang dan barang disimpan dengan tertib dan rapi untuk keperluan pencatatan usaha dan pemeriksaan internal.

Topik diskusi :

Prinsip apa yang harus dianut dalam pengelolaan uang usaha ? Mengapa jumlah uang kas dan stok barang yang terlalu besar dapat menurunkan produktifitas, dan efisiensi bahkan kerugian usaha. Jelaskanlah dengan ringkas dan bila perlu dengan contoh hitungan sehingga menjadi lebih jelas.

15.  Monitoring dan pengendalian usaha (SIMUS)

Kegiatan usaha, betapapun kecil pada awalnya perlu menetapkan beberapa indikator kunci untuk mengukur kinerja, pencapaian target dan perkembangan usaha, yang kita sebut sebagai Sistim Informasi Menejemen Usaha Sederhana (SIMUS). Simus terdiri dari beberapa golongan informasi usaha : 1). Keuangan : a. Kekayaan usaha, b. Utang, c. Modal,  d. Saldo Kas e. Nilai stok — data per-periode dan kumulatif–            f. Penjualan, g, Biaya usaha, h. Laba usaha, i. Penerimaan Kas, j. Pengeluaran Kas,); 2) Produk : — data per-periode dan kumulatif– a. Unit di produksi, b. Unit cacat\afkir, c. Unit terjual,  d. Unit dikembalikan,  3) Kinerja usaha : a. Pertumbuhan aset usaha, b. Produktifitas modal kerja, c. Rentabilitas modal kerja, d. Tingkat perputaran modal kerja, e. Rentabilitas aset f. Efisiensi biaya usaha g. Perkembangan nilai penjualan 4) Pelanggan, a. Jumlah pelanggan terdaftar, b. Pelanggan dengan nilai pembelian lebih dari Rp,………..= ………. Org/Inst, — per-periode dan kumulatif –, c. Jumlah rata-rata kunjungan konsumen per-bulan … orang.

Informasi usaha adalah ibarat dashboard kendaraan yang memberi petunjuk kepada pemilik\Pengemudi tentang : bahan bakar, pelumasan, temperatur, kecepatan, fungsi rem dan tanda dari fungsi-fungsi penting dalam sistim kendaraan. Dengan melihat tanda-tanda itu pengemudi segera tahu, fungsi-fungsi apa yang tidak berjalan dan memerlukan pemeriksaan lebih teliti dan perbaikan. Demikian juga Simus memiliki fungsi yang sama dengan indikator dalam dashboard kendaraan dalam mengelola usaha.

Topik diskusi :

1) Dari modal kerja Rp.100,- berada dalam kas Rp. 40,- dan nilai Stok   bahan baku Rp.30,-. Apa makna dari data seperti itu bagi penilaian kinerja usaha ?

2) Dalam kurun waktu  satu tahun, dari jumlah modal usaha (modal investasi maupun modal kerja) sebesar Rp. 100,- telah terhimpun jumlah laba bersih sebesar Rp.265,-  Apa makna informasi usaha seperti itu ?

3) Dari jumlah pelanggan yang tercatat sebanyak  875 orang maupun lembaga, dengan rata-rata nilai pembelanjaan mereka  Rp.2.450.000,- Namun terdapat 49 pelanggan yang nilai belanjaan mereka telah lebih dari 23.600.000,- Apa yang perlu dilakukan terhada 49 pelanggan dengan belanjaan besar tersebut.

16.  Memelihara pelanggan

Pelanggan, adalah konsumen yang setia membeli produk usaha kita. Banyak pelaku usaha yang tidak memberi perhatian kepada konsumen maupun pelanggannya. Pelaku usaha semacam itu tidak memiliki catatan apapun tentang pelanggannya. Pelaku usaha dengan kepribadian wirausaha yang sejati akan memiliki perhatian yang khusus kepada pelanggannya. Pelanggan yang setia adalah akar dari pertumbuhan dan kelangsungan usaha, oleh karena itu layak memperoleh perhatian khusus dengan mengalokasikan bagian kecil dari laba usaha yang diperoleh. Tujuan pokok yang ingin dicapai dengan perhatian itu adalah mengikat batin dan memelihara kesetiaan mereka, sambil mengharapkan mereka membawa temannya menjadi konsumen baru.

Konsumen yang telah mengunjungi dan membeli produk lima kali atau lebih, berapapun nilai pembelanjaannya, sebaiknya diberikan Kartu langganan belanja. Kartu tersebut dicetak dengan data minimum nama, tanggal lahir dan alamat untuk dapat diberikan perhatian, mulai dari  sekedar mengirim kartu ucapan selamat ulang tahun, surat ucapan terima kasih dan penghargaan atas kesetiaannya membeli produk, menengok saat kita tahu anggota keluarga atau yang bersangkutan dirawat dirumah sakit.  Apabila perlu secara surprise dikirimkan hadiah kecil seperti jam dinding antik dengan logo usaha, atau mengundang yang bersangkutan pada acara khusus penghargaan kepada pelanggan.

Pelanggan khusus dimonitor kunjungan dan nilai belanjaannya. Dengan demikian ditempat usaha kita memiliki kartu pelanggan yang merekam nilai belanjaan tanpa yang bersangkutan mengetahui. Berdasarkan prinsip siapapun senang dihargai dan diperhatikan, upaya memelihara pelanggan bagi pelaku usaha dari kecil perlu ditanamkan. Kita memang berusaha untuk mencari laba sebagai sumber nafkah keluarga, namun dengan praktek yang penuh peduli, kesantunan dan berbagi rejeki seperti itu akan membangun dunia usaha masa depan yang lebih santun, rendah hati dan peduli seperti tauladan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhamad SAW. Bukan pengusaha yang menghalalkan segala cara untuk secara serakah mengeruk keuntungan dari masyarakat, bahkan bersekongkol dengan penguasa melarikan dana ratusan trilyun yang membuat rakyat Indonesia menderita.

Topik diskusi :

Anda adalah pengusaha warung bakso, karena itu konsumen dan pelanggan anda adalah golongan bawah. Dapatkah prinsip memelihara pelanggan seperti yang di gambarkan tertebut diatas dikaukan? Anda sudah meyiapkan 3 buah Handphone murah dan 2 buah jam dinding antik yang akan anda pergunakan untuk mengiikat batin dan kesetiaan pelanggan. Rencanakanlah kriteria dan tata cara pemberian hadiah sehingga memiliki nilai promosi.

Iklan

2 responses to “Muda dan Pengusaha

  1. Hi iib, your membangun kepribadian wirausaha untuk pelaku usaha pemula post is really one particular of the most beneficial substance that :-bd.
    Dont forget to visit back my blog (http://downloadmp3indonesia.net/), glad to meet you… Thanks…,Best!!! 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s