Bahaya Rokok

“TOTAL BAN”, Sebuah Pilihan Tak Terelakkan 

cigarette

cigarette

ANYER, KOMPAS – Iklan rokok kini semakin ekspansif, baik di jalan-jalan, media televisi, ataupun mensponsori berbagai acara musik dan olahraga. Iklan yang kian gencar itu menimbulkan keinginan pada remaja untuk memulai merokok.

“Sekitar 29 persen responden menyatakan terdorong kembali untuk menyalakan rokok setelah melihat iklan rokok,” kata Dina Kania Koordinator Advokasi Kebijakan Pengendalian Tembakau Komisi Nasional Pelindungan Anak, di Anyer, Banten, akhir pekan lalu.

Dari hasil survei yang pernah dilakukan Komnas Perlindungan Anak ternyata 99,7 persen anak-anak terpapar iklan rokok di televisi, 87 persen terpajan iklan  rokok di luar ruang, serta 76,2 persen remaja melihat iklan rokok di koran dan majalah.

Sekitar 62,2 persen remaja memiliki kesan positif terhadap iklan rokok, 51,6 persen remaja dapat menyebutkan lebih dari tiga slogan iklan rokok, dan 50 persen remaja merasa dirinya lebih percaya diri seperti yang dicitrakan iklan rokok,” kata Dina.

Karakteristik iklan rokok sangat dekat dengan dunia anak-anak muda. Slogan-slogan rokok mewakili dunia anak muda, seperti “Gak Ada Loe Gak Rame, Enjoy Aja! Ekspresikan Aksimu, U are U!” Selain itu industri roko juga menggunakan idola remaja sebagai ikon produk-produknya.

“Pesannya berubah-ubah dengan tema yang konsisten, berulang-ulang dan terus-menerus,” kata Dina.

Dengan melihat isi ikloan dan sponsorship rokok di acara-acara musik anak-anak muda, jelas sekali jika industri rokok membidik remaja sebagai pasarnya.

RJ Reynold dalam Tobacco Company Memo Internal, 29 Februari 1984 yang berjudul “Perokok Remaja: Strategi dan Peluang” menyebut bahwa perokok remaja telah menjadi faktor penting dalam perkembangan setiap industri rokok dalam 50 tahun terakhir. Perokok remaja adalah satu-satunya sumber perokok pengganti. Jika para remaja tidak merokok, industri rokok akan bangkrut sebagaimana sebuah masyarakat yang tidak melahirkan generasi penerus akan punah.

M Joni, Tim Litigasi Komnas PA, mengatakan, legalitasi iklan dan promosi rokok dengan PP No 19/2003 melanggar hak-hak anak.

Jika situasi iklan makin mengepung remaja seperti sekarang ini, tak ada alasan lagi, solusinya adalah total ban. (LOK)

KOMPAS, RABU 14 JUNI 2009 HAL 13
LINGKUNGAN & KESEHATAN

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s